أهلا وسهلا

Selamat datang di blog ini, silahkan dibuka-buka, di baca-baca, di share, taupun memberikan coment. dengan catatan selama tidak melanggar Undang-Undang Dunia dan Akherat.
Semoga bermanfaat...

Kamis, 14 Oktober 2010

Rindu dengan “zaman” itu

Rasa gelisah yang  tak pernah berubah  dan hilang dari fikiran ana, semenjak ana pergi meninggalkan tanah batak yang dikenal dengan memiliki “watak kerasnya” itu.
Rasa rindu yang sangat dahsyat kepada ustadz dan ikhwah, kerinduan untuk bersua, meski hanya sesaat walaupun hanya sekedar melihat wajahnya.
Dan sesungguhnya kerinduan ana yang lebih dahsyat lagi adalah kerinduan menikmati masa-masa indah saat pertama kali mengenal dakwah ini bersama asatidz yang sholeh dan ikhlas mempertaruhkan seluruh waktu dan kesempatanya untuk berdakwah.
Saat ketika pengajian rutinan menjadi kebutuhan, bukan sambilan atau tempat mampir sepulang dari kantoran atau perkuliahan, saat ketika membina adalah menjadi kewajiban bukan paksaan atau beban yang memberatkan. Anapun rindu ketika dauroh dan mabit ataupun mukhoyyam  menjadi kebiasaan bukan sekedar program yang dipaksaakan.
Ana juga rindu ketika dalam halaqoh bertemu dengan ikhwah dan diberi makanan hati dan nurani, begitu juga murobbi dengan ikhlasnya mendengarkan segala keluhan dan kegelisahan yang kami tumpahkan seluruhnya kepanya, sehingga kami mendapatkan pencerahan dan semangat kembali dalam menjalani masa hidup yang  lebih berarti.
Rasanya nikmat sekali ketika setiap pekan kami bergilir pergi ke rumah ikhwah yang lain untuk mengikuti pengajian rutin. Meski  kadang ongkos yang ngepas dan peta yang tak jelas. Kadang malah harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dengan berjalan kaki karena kendaraan yang tidak beroperasi lagi sudah larut malam.
Ana juga rindu dengan masuknya sms ke handnphone menyampaikan taklimat untuk berkumpul dirumah seorang ikhwah menjadi panitia dalam acara walimahanya.
Namun masa-masa yang mengasyikan itu semua kini seakan-akan hilang begitu saja entah kemana, ana juga tidak tau harus bagaimana lagi agar masa-masa itu datang kembali.
Satu saat ditempat yang penuh syahdu dan rindu, ana ngobrol-ngobrol dengan beberapa ikhwah yang lain, dan ternyata merekpun merasakan hal yang sama. Bahkan sebagian mereka jauh lebih lama merasakan hal seperti ini. Ana sempat tertegun dan terkejut ketika mendengar  berita bahwa salah seorang ikhwah dari kita sudah futur, kembali lagi kepada masa-masanya sebelum megenal dakwah ini. Bahkan lebih parah lagi dari itu, sudah menjadi memusuhi dan membenci dakwah ini.
Anapun rindu dengan “zaman” itu yang ketika seorang akhwat bertemu dengan ikhwan dengan penuh rasa malunya menundukan pandanganya demi menjaga kehormatan dan kesucian hatinya. Hebat sekali mereka.
Namun kini semua itu telah hilang, seorang akhwat tidak lagi malu untuk bertemu dengan ikhwah yang bukan mukhrimnya ataupun sebaliknya, bahkan tidak segan-segan lagi untuk  saling SMS_an atau saling telfon-telfonan ngobrol berjam-jam  hanya sekedar menanyakan kabar, atau cerita yang tak karuan.
Ana sangat sedih dan bingung dengan suasana seperti ini, yang sangat asing bagi ana untuk saat-saat ini.
Adapula yang “katanya” sedang mengawali proses  taarufan saling memperkenalkan dirinya tanpa teman makhromnya, saling SMS, telfonan, bahkan dilanjutkan dengan pertemuan hanya berdua. Sesuatu yang sangat tidak mungkin terjadi di “zaman” itu.
Ana semakin rindu dengan “zaman” itu..
Dan kini ana hanya pasrah dan tsiqoh kepadaNya dan asatidz yang sedang mangurusi masalah ini.
Ana hanya berharap masa-masa itu, “zaman” itu datang lagi, agar bisa kembali ceria dan bahagia dengan suasana yang penuh ukhuwah dan Rahmat RidhoNya..
"Inna ma'iya Robbi sayahdin..." (sesungguhnya aku selalu bersama Rob_ku yang akan memberiku petunjuk)

Zifan afif

1 komentar: