أهلا وسهلا

Selamat datang di blog ini, silahkan dibuka-buka, di baca-baca, di share, taupun memberikan coment. dengan catatan selama tidak melanggar Undang-Undang Dunia dan Akherat.
Semoga bermanfaat...

Sabtu, 22 Januari 2011

Indahnya Sabar Dalam Musibah


Setiap manusia pasti tidak ada yang menginginkan suatu  musibah menimpa kepada dirinya, namun apabila musibah itu menimpa kepada kita, sebagai seorang muslim, kita harus menerima dengan penuh ikhlas dan lapang dada, tanpa harus mengeluhkan dari musibah yang menimpa kepada kita.

"apa yag tidak menyebabkan kita tidak bertawakkal kepada Allah, sedangkan ia telaah menunjukan jalan-jalan kita, dan hendaklah kita sabar atas segala yang menimpa kita. dan atas Allah lah tempat bertawakalnya orang-orang bertawakkal."  ( Q.S. Ibrahim :12)

Kita berusaha untuk keluar dan selalu optimis untuk mencari jalan keluar dari musibah yang menimpa kepada kita. dan selebihnya kita serahkan segalanya kepada Sang Maha Kuasa Allah SWT.

Tawakkal atau dengan kata lainya menyerahkan segala urusan kepadaNya, adalah salah satu sikap yang harus dimiliki oleh setiap muslim yang taat dan patuh seutuhanya  kepadaNya.

Gambaran tawakkal yang paling rendah adalah seperti seorang  yang mewakilkan perkara atau masalah kepada orang lain, dan pastinya orang yang menyerahkan perkara itu kepada orang lain, pasti dia sangat berharap agar masalah atau perkara itu selesai tanpa melahirkan masalah-masalah yang baru atau masalah-masalah yang lain.

Gambaran tawakal yang lain adalah, seorang bayi yang menggantungkan seluruh hidupnya kepada sang bundanya tercinta. dan harapan sang bayi tersebut adalah bagaimana ia bisa hidup dan mendapatkan kasih sayang dengan baik hingga sampai menempuh jalan hidupnya ke jenjang remaja, dewasa, dan kemudian hingga bisa lagi menolong orang lain dalam meneruskan kehidupannya.

Musibah atau cobaan yang menimpa kepada seorang muslim, menimpa kepada kita, bila tidak kita sikapi, atau menerima dengan ikhlas dan lapang dada maka kita tidak akan pernah merasa tenang dan tenteram dalam kehidupan kita.

Dan yang paling terpenting dalam ketawakkalan seorang hamba adalah kesabarannya dalam menghadapi segala musibah ataupun cobaan yang mungkin menghiasi kehidupan. Hal itu bisa terjadi dari orang lain atau bisa timbul dari dirinya sendiri. Kesabaran itulah yang akan membimbing seseorang untuk selalu menyempurnakan ketawakkalannya kepada Allah swt.

Jika Allah memberikan pertolongan, maka tak ada yang
sanggup mengalahkan kita. Maka gantungkanlah harapan kita sepenuhnya untuk Allah. Wallohu A'lam.

~'Zifan Afif"~
dimeja kantorku SDIT IU  Bogor, 21Januari

‍saya pilih selamat dulu baru kemudian kegembiraan meraih sarjana..


saya ngerti menikah itu bukan main-main. menikah adalah hal besar yang memerlukan waktu memutuskan tidak dalam bilangan beberapa hari. ada banyak bekal yang harus dipersiapkan untuk menjalaninya. tidak cukup modal Insya Alloh saja. jika menikah asal-asalan, bukannya 'selamat' yang dapatkan, malah hanya menjadi anganan dan isapan jempol belaka.

memang dari sebelumnya saya tidak pernah merespon secara terang-terangan dari tawaran asatidz  dan begitupula suasana teman-teman yang selalu mengompori dan menyemangati saya untuk menerima ajakan akhwat untuk menikah dengannya. itu bukan berarti tidak sedikit mengusik ketenangan hati saya, namun justru sebaliknya, hati ini makin bertambah gelisah dan makin kuat rasanya untuk menikah, sehingga saya hanya bisa istihoroh, memohon bimbingan dari Sang Maha Pemberi Petunjuk. dan ahirnya saya pun memberikan keputusan, yaitu menerima tawaran itu untuk menikah.

saya hanya menginginkan ketenangan hati, ketenangan jiwa dalam beramal dan beribadah kepadaNya, baru kemudian saya akan memikirkan yang selanjutnya, yaitu menyelesaikan kuliyah saya yang tinggal menyusun skripsi.

Saya hanya memiliki satu keyakinan setelah mengambil keputusan ini, yaitu jika kita beramal dan berjuang untuk menjunjung tinggi kalimatulloh dan berjuang untuk menunaikan sunnah Rosululloh, maka kita pun akan diberikan kemudahan dalam setiap urusan.

Setiap ada pertanyaa-petanyaan dari teman-teman mengenai keputusan ini, saya hanya mengatakan.

Teman...
"antum tau kan, kita sangat menjaga kesucian jiwa kita agar tidak terkotori dengan butiran-butiran kemaksiatan, meskipun yang hanya dari kelalaian mata kita yang kadang tidak sengaja melihat wanita cantik lagi seksi lewat didepan kita, sehingga selalu terbayang dalam hati, bisakah saya hidup bersamanya, atau bisakah saya jalan bergandengan tangan dengannya???"

Dan saya pikir, mungkin jika saya sudah menikah saya tidak perlu pusing memikirkan hal itu, toh itu kan ada dirumah, ada pada diri istri kita,heheee..

Jadi tujuan saya menikah itu, untuk menjaga hati dan jiwa agar tetap suci, terhindar dari hal-hal yang diharamkan.

Bukankah Rosululloh SAW sendiri bersabda dalam sebuah hadits bahwa satu dari tiga golongan yang berhak ditolong  Alloh selain orang yang berjihad dijalan Alloh, budak yang menebus dirinya dari tuannya, adalah pemuda yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari hal yang haram.

Alloh juga telah berfirman:
"Dialah Yang telah menjadikan kamu dari diri yang satu, kemudian menjadikan daripadanya istri, agar ia merasa tentram dengannya."  (QS. 7:189)

Dari ayat dan hadits itulah jelas disebutkan bahwa tujuan menikah adalah untuk mendapatkan ketenangan dan ketentraman hati dan terpelihahanya diri dari perbuatan maksiat.
Wallahu a'lam...

~'Zifan Afif'~
Suasana dalam kebimbangan hati...

Mental Layang-Layang


Lihatlah layang layang, setiap harinya dimainkan oleh anak-anak manapun baik itu anak-anak perkampungan atau perkotaan.

Mereka sangat gembira dan ceria, seakan lepasss tak memiliki beban pikiran. yang ada dalam benak mereka hanyalah, bagaimana layang-layang mereka melesat terbang lebih tinggi jauh di angkasa.

Coba kita sejenak renungkan, apasih yang membuat anak-anak iu suka dan senang bermain layang-layang???

Ternyata dibalik permainan yang sangat mengasyikan itu ada banyak hikmahnya. Diantaranya, ketika layang-layang itu mulai terbang dari kerendahan, iapun akan sangat susah untuk bermain-main diudara. Tetapi bila ia telah terbang tinggi jauh di angkasa, ia akan dengan sangat mudah dan leluasanya bermain, memutar kekana kekiri, katas dan kebawah. tidak ada lagi yang menghalanginya untuk bergerak sesukanya.

Namun ketika ia masih rendah terbangnya, jangankan ia bermain dengan leluasa, mempertahankan untuk tetap terbang itupun sanngat sulit. namun ketika ia mendapatkan banyak angin, banyak tantangan untuk terbang ke yang lebih tinggi, maka ia akan tetap naik dan terus naik keatas hingga ia dapat terbang dengan tenang tanpa halangan dan rintangan.

Begitu pun dengan kita, ketika kita baru memulai suatu rencana yang baru dilaksanakan dan kita menginginkan renana kita itu berhasil, maka jangan heran, langkah pertama kita memulainya, kita akan mendapatkan berbagai cobaan dan rintangan.

Kalau kita tetap bersabar dan terus berjuang tanpa mengenal lelah dan putus asa, maka kita akan mendapatkan keberhasilan, dan kesuksesan yang sempurna.

Kita bisa bermain-main dan bergerak sesuka kita tanpa halangan dan rintangan.

Mungkin hanya satu tantangan yang kan kita dapatkan yaitu, lepas kendali atau lalai dengan kehidupan kita yang serba enak dan mengasyikan.

Peganglah erat-erat tali layang-layang kita agar tetap terjaga, tetap terkendali, sehingga tidak terputus atau lepas dari tangan kita.

Artinya, tetaplah kita berpegang teguh dengan tali allah, mengikuti dan selalu taat dengan tuntunan yang diajarkan olah kekasih kita Muhammad SAW. agar kita tidak jatuh dalam kesengsaraan baik didunia maupun di akherat.
wallohu a'lam bissowab.

~'Zifan Afif'~
Coretan sejenak di pelataran sawah yang indah, bogor 19 januari

CINTA ATAU JUSTRU BENCI ??? --------


mengapa ku sakit saat kau mencoba tuk tersenyum kepada yang lain

mengapa berdetak kencang jantung hatiku saat kau duduk disampingku

mengapa ku marah saat kau mencoba tuk menyentuhku

mengapa ku menghindar saat kau mendekatiku

mengapa ku merindukanmu saat kau jauh dariku

mengapa ku marah saat kau bertingkah memperhatikanku di depan semua orang

bercampur antara benci dan rindu saat ku mengingat dan melihatmu

apa yang salah

apa yang berbeda

aku tak mengerti mengapa ini terjadi

aku tak tahu

mungkinkah ini pertanda cinta, atau justru benci yang membara???

jika cinta, mengapa ku kadang tidak menyukai tingkahnya

jika benci, mengapa ku merindunya

hati...
tak ada yang tau apa sebenarnya yang ia mau

aku...
hanya ingin yang halal tuk dikenang dan dirindu setiap saat, setiap waktu..

~'Zifan Afif'~

TUH AYAM APA BEBEK???


Sepasang pengantin baru tengah berjalan
bergandengan tangan di sebuah Taman pada suatu
malam musim panas yang indah, seusai makan malam.
Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan
tatkala mereka Mendengar suara di kejauhan: “Kuek! Kuek!”

“Dengar,” kata si istri, “Itu pasti suara ayam.”

“Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata si suami.

“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.
“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuk!’, bebek itu ‘kuek! Kuek!’

Itu bebek, Sayang,” kata si suami dengan disertai gejala-gejala
awal Kejengkelan.

“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.
“Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.
“Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tandas si istri, sembari
Menghentakkan kaki.

“Dengar ya! Itu a... DA... Lah... Be... Bek, B-E-B-E-K. Bebek!
Mengerti?” si suami berkata dengan gusar. “Tapi itu ayam,” masih
saja si istri bersikeras.
“Itu jelas-jelas bue... Bek, kamu... Kamu....”
Terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” sebelum si suami
mengatakan sesuatu Yang sebaiknya tak dikatakannya. Si istri
sudah hampir menangis, “Tapi itu ayam....”

Si suami melihat air Mata yang mengambang di pelupuk Mata
istrinya, Dan Akhirnya.... Wajahnya melembut Dan katanya
dengan mesra, “Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu
memang suara ayam kok.”

“Terima kasih, Sayang,” kata si istri sambil menggenggam
tangan Suaminya.
“Kuek! Kuek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka
berjalan Bersama dalam cinta.
…………..
Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa
sih yang Peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah
keharmonisan Mereka, yang membuat mereka dapat
menikmati kebersamaan pada malam yang Indah itu.

Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara
persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau
bebek”?

Ketika Kita memahami cerita tersebut, Kita akan ingat apa yang
menjadi Prioritas Kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang
mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek.
Lagi pula, betapa sering Kita merasa yakin, amat sangat mantap,
mutlak bahwa Kita benar, namun belakangan ternyata Kita salah?
Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa
genetik sehingga bersuara seperti bebek!
..............
============================================
Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta: Idea Press. Volume 2. Hal. 387-388. ISBN 978-6028-686-938.