saya ngerti menikah itu bukan main-main. menikah adalah hal besar yang memerlukan waktu memutuskan tidak dalam bilangan beberapa hari. ada banyak bekal yang harus dipersiapkan untuk menjalaninya. tidak cukup modal Insya Alloh saja. jika menikah asal-asalan, bukannya 'selamat' yang dapatkan, malah hanya menjadi anganan dan isapan jempol belaka.
memang dari sebelumnya saya tidak pernah merespon secara terang-terangan dari tawaran asatidz dan begitupula suasana teman-teman yang selalu mengompori dan menyemangati saya untuk menerima ajakan akhwat untuk menikah dengannya. itu bukan berarti tidak sedikit mengusik ketenangan hati saya, namun justru sebaliknya, hati ini makin bertambah gelisah dan makin kuat rasanya untuk menikah, sehingga saya hanya bisa istihoroh, memohon bimbingan dari Sang Maha Pemberi Petunjuk. dan ahirnya saya pun memberikan keputusan, yaitu menerima tawaran itu untuk menikah.
saya hanya menginginkan ketenangan hati, ketenangan jiwa dalam beramal dan beribadah kepadaNya, baru kemudian saya akan memikirkan yang selanjutnya, yaitu menyelesaikan kuliyah saya yang tinggal menyusun skripsi.
Saya hanya memiliki satu keyakinan setelah mengambil keputusan ini, yaitu jika kita beramal dan berjuang untuk menjunjung tinggi kalimatulloh dan berjuang untuk menunaikan sunnah Rosululloh, maka kita pun akan diberikan kemudahan dalam setiap urusan.
Setiap ada pertanyaa-petanyaan dari teman-teman mengenai keputusan ini, saya hanya mengatakan.
Teman...
"antum tau kan, kita sangat menjaga kesucian jiwa kita agar tidak terkotori dengan butiran-butiran kemaksiatan, meskipun yang hanya dari kelalaian mata kita yang kadang tidak sengaja melihat wanita cantik lagi seksi lewat didepan kita, sehingga selalu terbayang dalam hati, bisakah saya hidup bersamanya, atau bisakah saya jalan bergandengan tangan dengannya???"
Dan saya pikir, mungkin jika saya sudah menikah saya tidak perlu pusing memikirkan hal itu, toh itu kan ada dirumah, ada pada diri istri kita,heheee..
Jadi tujuan saya menikah itu, untuk menjaga hati dan jiwa agar tetap suci, terhindar dari hal-hal yang diharamkan.
Bukankah Rosululloh SAW sendiri bersabda dalam sebuah hadits bahwa satu dari tiga golongan yang berhak ditolong Alloh selain orang yang berjihad dijalan Alloh, budak yang menebus dirinya dari tuannya, adalah pemuda yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari hal yang haram.
Alloh juga telah berfirman:
"Dialah Yang telah menjadikan kamu dari diri yang satu, kemudian menjadikan daripadanya istri, agar ia merasa tentram dengannya." (QS. 7:189)
Dari ayat dan hadits itulah jelas disebutkan bahwa tujuan menikah adalah untuk mendapatkan ketenangan dan ketentraman hati dan terpelihahanya diri dari perbuatan maksiat.
Wallahu a'lam...
~'Zifan Afif'~
Suasana dalam kebimbangan hati...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar